# /var/www/html/plugins/Enterprise/ElasticSearchEngine/ElasticSLiMSEngine.php:210^ array:3 [ "index" => "slims_bibliography" "body" => array:3 [ "query" => array:1 [ "match_all" => {#74} ] "size" => 10 "aggs" => array:4 [ "max_year" => array:1 [ "max" => array:1 [ "field" => "publish_year_int" ] ] "min_year" => array:1 [ "min" => array:1 [ "field" => "publish_year_int" ] ] "avg_year" => array:1 [ "avg" => array:1 [ "field" => "publish_year_int" ] ] "locations" => array:1 [ "terms" => array:1 [ "field" => "node_id" ] ] ] ] "from" => 3220 ]
# /var/www/html/plugins/Enterprise/ElasticSearchEngine/ElasticSLiMSEngine.php:211^ "{"index":"slims_bibliography","body":{"query":{"match_all":{}},"size":10,"aggs":{"max_year":{"max":{"field":"publish_year_int"}},"min_year":{"min":{"field":"publish_year_int"}},"avg_year":{"avg":{"field":"publish_year_int"}},"locations":{"terms":{"field":"node_id"}}}},"from":3220}"
Pendahuluan : Penyimpangan pertumbuhan linier menyebabkan anak memiliki perawakan pendek yang dapat menyebabkan perubahan sistem kardiovaskuler yaitu aterosklerosis di kemudian hari. Proses aterosklerosis sudah dapat terjadi sejak masa kanak-kanan oreoubertas yang asimptomatik hingga dewasa. Tujuan : Penelitian ini menilai pengaruh tipe perawakan terhadap ketebalan intima media (KIMA) dan gelombang spektral Doppler terhadap arteri karotis pada anak usia 9 sampai 11 tahun. Metode : Penelitian analitik observasional belah lintang terhadap subyek 72 anak usia 9 sampai 11 tahun (36 perawakan pendek dan 36 perawakan normal) di kabupaten Brebes menggunakan ultrasonografi frekuensi tinggi. Analisis kedua kelompok menggunakan uji t-independent dan nonparametric Mann Whitney. Hasil : Pemeriksaan dilakukan pada arteri karotis komunis kanan dan kirir pada anak perawakan pendek dan normal. Terdapat perbedaan bermakna KIMA kanan (p=0,0001), dan kiri (p=0,0001), peak systolic velocity (PSV) kiri (p=001), end diastolic velocity (EDV) kanan (p=0,001), resistance index (RI) kiri (p=0,019) dan pulsatility index (PI) kiri (p=0,028). Tidak terdapat perbedaan bermakna pada PSV kanan (p=0,053), EDV kiri (p=0,344), RI kanan (p=0,066) dan PI kanan (p=0,727). Tidak terdapat korelasi yang bermakna antara KIMA dan gelombang spektral Doppler (p>0,005). Simpulan : Terdapat pengaruh tipe perawakan terhadap KIMA dan gelombang spektral doppler arteri karotis komunis pada anak usia 9-11 tahun. Kata kunci : perawakan pendek, perawakan normal, KIMA, PSV, EDV, RI, PI