Psikopatologi merupakan studi sistematik tentang perasaan yang dialami, daya kognitif, dan perilaku abnormal. Psikopatologi deskriptif mencoba menggambarkan dan menggolongkan segala pengalaman abnormal yang diungkapkan oleh pasien sebagai hasil pengamatan tentang perilakunya. Fenomenologi merupakan studi tentang peristiwa psikik atau fisik, tanpa repot-repot menjelaskan penyebab atau fungsinya. Fenomenologi mencakup pengamatan dan kategorisasi peristiwa psikik abnormal, perasaan internal yang dialami oleh pasien serta perilaku ikutannya. Suatu upaya dilakukan demi untuk mengamati dan mengerti peristiwa psikik atau fenomena itu, supaya sang pengamat dapat sedalam mungkin mengerti perasaan yang dialami oleh pasien. Terdorong oleh pengalaman sebagai pangajar di berbagai institusi pendidikan kedokteran di Indonesia, penulis merasa perlu menulis buku tentang psikopatologi dan fenomenologi untuk memberikan wawasan yang lebih luas tentang bidang ilmu dalam psikiatri ini. Dengan memahami Psikopatologi & Fenomenologi, diharapkan pembaca dapat melakukan pengamatan yang lebih teliti tentang tanda dan gejala pasien dan memberikan deskripsi yang lebih jitu serta aktual tentang pasien yang diperiksa. Buku ini sangat bermanfaat bagi para siswa perawat kesehatan jiwa, mahasiswa kedokteran, dan psikologi, peserta program pendidikan dokter spesialis kedokteran jiwa, para sarjana di bidang bimbingan dan penyuluhan, para pekerja sosial, guru, profesional hukum, dan forensik.
Dewasa ini trend penyakit kanker semakin meningkat. Prevalensi kanker di dunia pada tahun 2010 tertinggi adalah kanker paru (12,8%) diikuti kanker payudara (10,9%), kolon (9,8%), lambung (7,8%), lain-lain (7,4%), dan prostat (7,1%). Faktor lingkungan seperti penyakit infeksi, alkohol, rokok, radiasi , faktor diet (misalnya konsumsi daging merah dan garam berlebih), kegemukan atau obesitas, aktivitas fisik yang sedenter agen karsinogen, dan faktor hormonal merupakan faktor penyebab terjadinya kanker. Penyakit kanker ini dapat mempengaruhi perubahan metabolisme zat gizi dalam tubuh. Pengobatan kanker yang saat ini dilakukan antara kemoterapi, radioterapi, dan pembedahan. Namun pengobatan tersebut berdampak pada status gizi, oleh karena itu selain pengobatan medis, terapi gizi juga diperlukan untuk membantu mengoptimalkan pengobatan pasien kanker. Pada buku ini dibahas mulai dari gambaran umum penyakit kanker, cara mendiagnosa kanker, patogenesis kanker, perubahan metabolisme zat gizi pada pasien kanker, dampak terapi medis pada metabolisme zat gizi dan status gizi pasien kanker, terapi gizi medik pada pasien kanker, faktor-faktor penyebab kanker, pengaruh aktivitas fisik pada pasien kanker, nutrition support pada pasien kanker, dan terapi paliatif pada pasien kanker.
Kesehatan reproduksi adalah keadaan sejahtera fisik, mental dan sosial secara utuh (tidak semata-mata bebas dari penyakit atau kecacatan) dalam semua hal yang berkaitan dengan sistem reproduksi serta fungsi dan prosesnya. Materi dalam buku ini terdiri dari 11 bab, yang meliputi : bab 1 konsep dasar Kesehatan reproduksi; bab 2 peran dan tugas bidan dalam PHC; bab 3 masalah-masalah reproduksi yang sering terjadi pada siklus reproduksi Perempuan; bab 4 kesehatan Wanita sepanjang siklus kehidupan; bab 5 pemantauan tumbuh kembang Wanita sepanjang daur kehidupannya; bab 6 isu-isu Kesehatan Perempuan; bab 7 masalah-masalah Kesehatan reproduksi yang sering terjadi; bab 8 deteksi dini Kesehatan reproduksi; bab 9 upaya promotive dan preventif menurut level clark; bab 10 indikator status Kesehatan Wanita; bab 11 pelaksanaan dan evaluasi asuhan kebidanan Kesehatan reproduksi.
Kanker ginekologi merupakan salah satu masalah kesehatan di Indonesia. Pada wanita Indonesia, kanker ginekologi merupakan penyebab utama kematian. Indonesia (136,2/100.000 orang) memiliki kejadian kanker tertinggi kedelapan di Asia Tenggara, dan tertinggi ke-23 di Asia. Kemoterapi memberikan efek terapeutik yang efektif untuk kanker ginekologi. Kemoterapi dapat menyebar ke seluruh tubuh dan dapat mencapai sel kanker yang telah melakukan perjalanan jauh atau bermetastasis ke lokasi lain, tidak seperti terapi radiasi lokal atau lokoregional atau pembedahan. Namun, karena sifatnya yang sistemik, selain membahayakan sel ganas, kemoterapi juga dapat menyerang sel normal. Oleh karena itu pemberian agen sitostatika ini bukan berarti tanpa efek samping Pembahasan kemoterapi dalam buku ini menitikberatkan pada agen-agen sitostatika yang sering dipergunakan dalam tatalaksana kanker ginekologi beserta mekanisme kerja, komplikasi serta beberapa efek samping pada penderita yang sering diakibatkan olehnya.
Buku ini dibuat oleh beberapa spesialis kulit dan kelamin/dermatovenereologist (Sp.KK/Sp.DV) yang ditujukan untuk masyarakat agar lebih memahami mengenai perawatan kulit (skincare). Skincare pada zaman sekarang ini telah menjadi sebuah kebutuhan yang wajib dipenuhi, khususnya bagi kaum wanita. Namun selama ini skincare banyak dianggap hanya sebagai perawatan yang terbatas pada wajah saja. Banyak dari masyarakat yang masih salah persepsi tentang penggunaan skincare. Buku ini disusun untuk depot memfasilitasi kebutuhan masyarakat akan informasi mengenai perawatan kulit. Buku ini tidak hanya membahas mengenai perawatan kulit wajah saja, tapi juga membahas perawatan dari rambut, kulit dan kuku. Aspek yang diunggulkan dalam buku ini adalah tulisan oleh dokter-dokter spesialis kulit dan kelamin/dermatovenereologist (Sp.KK/Sp.DV) dengan bahasa ringan untuk masyarakat yang berisi tentang susunan, fungsi umum dari kulit, rambut dan kuku, jenis-jenis kulit, masalah-masalah yang sering dialami oleh masyarakat seperti jerawat, skar bekas jerawat, flek hitam, mitos dan fakta yang beredar di masyarakat yang akan diluruskan dan dijelaskan lengkap di dalam buku. Materi dalam buku ini terdiri dari 8 bab, yang meliputi : bab 1 kenali kulitmu, cantik apapun warna kulitnya; bab 2 rahasia perawatan kulit untuk daerah tropis; bab 3 perawatan rambut dan kuku; bab 4 perawatan tahap lanjutan : peeling, laser dan teknologi terbaru lainnya; bab 5 cantik dalam dan luar; bab 6 atasi masalah pigmen dalam kulit; bab 7 akne dan dampak pandangan sosial; bab 8 pejuang skar akne (jaringan parut paska akne) dan efek sosial.
Gangguan Bipolar (GB) atau yang juga dikenal sebagai Gangguan Afektif Bipolar (GAB) adalah salah satu bagian dari gangguan mood/afektif dalam kasus psikiatri. Gangguan Bipolar mempunyai prevalensi seumur hidup sebanyak 1-3%. Hasil survei komunitas menunjukkan prevalensi Gangguan Bipolar 1 dan II di 14 negara adalah sebanyak 2.8%. Rerata onset munculnya Bipolar adalah 18 tahun pada Gangguan Bipolar I dan 20 tahun pada Gangguan Bipolar II, dengan lebih dari separuh kasus dimulai pada akhir masa remaja. Individu dengan Gangguan Bipolar memiliki gangguan fungsi pada 30% atau lebih dari kehidupannya. Perbedaan tersebut tampak dalam fungsi sosial, pekerjaan, finansial, pendidikan, harga diri, dan fungsi lain dalam kehidupan sehari-hari. Gangguan Bipolar mempunyai penyebab yang multifaktorial. Genetik, lingkungan, pengalaman, dan stresor yang dialami individu selama masa kehidupannya dapat berperan dalam munculnya gejala pada Gangguan Bipolar. Gejala yang muncul pada Gangguan Bipolar diperkirakan berasal dari malfungsi neurotransmisi beberapa sirkuit dalam otak. Gejala suasana perasaan atau mood adalah gejala utama yang dialami oleh pasien dengan Gangguan Bipolar. Gangguan mood ini dapat berupa depresi, mania/hipoinania, atau keduanya. Terapi pada Gangguan Bipolar perlu dipertimbangkan secara tepat dan sesuai episode serta kebutuhan masing-masing orang dengan gangguan ini. Terapi spesifik dan berbeda dapat dilakukan secara terpisah untuk setiap episode manik, hipomanik, campuran, dan depresi bipolar. Gangguan Bipolar merupakan gangguan mental yang berulang dan berlangsung seumur hidup. Perjalanan klinis Gangguan Bipolar sangat bervariasi antarindividu. Penatalaksanaan yang tepat, dukungan lingkungan dan sosial yang sesuai sangat diperlukan bagi orang dengan Gangguan Bipolar. Materi dalam buku ini terdiri dari 6 bab yang meliputi : bab 1 definisi, Sejarah dan etiomologi; bab 2 etiologi dan psikodinamika; bab 3 diagnosis dan psikopatologi; bab 4 pemeriksaan penunjang; bab 5 terapi; bab 6 perjalanan penyakit dan prognosis.
Buku ini memfokuskan bahasan terkait tata cara menegakkan diagnosis gizi yang merupakan hal penting sebagai landasan ilmiah untuk menerapkan intervensi gizi secara benar, tepat, dan aman bagi klien/pasien. Penegakan diagnosis gizi akan membuat nutrisionis/dietisien bertanggung jawab sepenuhnya terhadap intervensi terkait gizi yang dilakukan. Buku ini merupakan edisi revisi dari edisi pertama yang telah sukses menjadi buku referensi dan sampai dengan bulan Juli 2022 telah terjual sebanyak 1112 eksemplar. Materi dalam buku ini terdiri dari 9 bab, yang meliputi : bab 1 pendahuluan; bab 2 asessmen gizi; bab 3 diagnosis gizi; bab 4 diagnosis gizi : domain problem gizi mengenai asupan; bab 5 diagnosis gizi : domain problem klinik; bab 6 diagnosis gizi : domain problem perilaku dan lingkungan; bab 7 intervensi gizi; bab 8 monitoring dan evaluasi gizi; bab 9 proses pendeokumentasian dalam NCP.
Penggunaan modalitas sinar-X di bidang radiologi kedokteran gigi telah berkembang pesat, salah satunya adalah pesawat sinar-X handheld portabel. Selain memiliki manfaat yang sangat besar dalam penentuan diagnosis dan rencana perawatan, sifat sinar-X juga memiliki energi besar sehingga mampu menembus jarak lebih jauh dan kemampuannya menyebabkan kerusakan biologis pada jaringan hidup, maka perlu disadari bahwa penggunaan sinar-X yang tidak sesuai dengan kaidah proteksi radiasi akan menimbulkan suatu dampak negatif. Oleh sebab diperlukan evaluasi mendalam terhadap suatu modalitas, prosedur, dan teknik baru yang menggunakan radiasi pengion khususnya sinar-X. Materi dalam buku ini terdiri dari 9 bab, yang meliputi : bab 1 proses terbentuknya sinar-x; bab 2 biologi radiasi; bab 3 proteksi radiasi; bab 4 macam-macam pesawat sinar-x; bab 5 perizinan pesawat sinar-x; bab 6 penggunaan peswat sinar-x handheld portable; bab 7 efek radiasi terhadap lingkungan; bab 8 pesawat sinar-x yang ideal pada praktik kedokteran gigi; bab 9 kesimpulan.
Penelitian kualitatif dewasa ini tengah menjadi salah satu penelitian yang menarik di bidang gizi dan kesehatan untuk didalami mengingat karakter penelitian ini memiliki pendekatan yang berbeda dengan penelitian kuantitatif. Ciri penelitian kualitatif yang melekat tersebut di antaranya adalah sifatnya dinamis, eksploratit menggunakan inquiry-based approach, dan holistic. Ini menjadi pembeda yang nyata dengan penelitian kuantitatif. Dalam bidang keilmuan gizi dan kesehatan, penelitian kualitatif menempatkan posisinya dalam hal ini sebagai memberikan pemaknaan, penggalian lebih dalam terhadap fenomena yang muncul dari penelitian kuantitatif yang terkadang masih belum tuntas pembahasannya. Dalam buku inl disajikan penjelasan mengenai serba-serbi mengenai penelitian kualitatif dimulai dari definisi penelitian kualitatif, perbedaan penelitian kualitatif dan kuantitatif, pendekatan penelitian kualitatif, pengambilan data dalam penelitian kualitatif hingga analisis data. Buku ini juga turut menjelaskan langkah demi langkah dalam pengambilan data kualitatif serta contoh yang aplikatif dalam bidang gizi dan kesehatan. Buku ini cocok untuk digunakan bagi mahasiswa sarjana, mahasiswa pascasarjana, akademisi, atau siapa pun yang memiliki minat meneliti kualitatif lebih khususnya di bidang gizi dan kesehatan.
Cedera otak traumatis atau trauma kepala merupakan salah satu kegawatdaruratan medis yang paling sering dijumpai di unit gawat darurat sebuah rumah sakit. Trauma kepala juga merupakan penyebab kematian ketiga dari semua jenis cedera yang dikaitkan dengan kematian yang penyebab utamanya yaitu kecelakaan lalu lintas, kekerasan, dan terjatuh. Pencitraan memiliki peran penting dalam memandu manajemen terapi melalui identifikasi kondisi patologis intrakranial, baik pada kondisi akut untuk penapisan awal dan tindak lanjut. Pencitraan memberikan informasi yang cepat dan akurat dalam mendeteksi cedera primer dan sekunder yang memerlukan intervensi bedah saraf. Oleh karena tingkat mortalitas yang tinggi, maka kehadiran buku ini sangat diperlukan oleh berbagai pihak kesehatan yang berkepentingan, khususnya dokter umum terkait identifikasi dan tata laksana awal pada pasien trauma kepala. Materi dalam buku ini terdiri dari 5 bab, yang meliputi : bab 1 pentingnya pencitraan pada cedera otak traumatis; bab 2 memahami anatomi kepala; bab 3 cedera otak traumatis; bab 4 modalitas radiologi pada cedera otak traumatis; bab 5 gambaran pencitraan pada cedera otak traumatis.