Buku ini berisi tentang Diabetic Foot Ulcer dan resiko-resiko kejadian DFU ditinjau dari literature review serta di analisis menggunakan kasus-kasus nyata dan di implementasikan screening tool yang ada dari kajian faktor resiko kepada pasien yang terkena diabetes mellitus tanpa DFU maupun pasien DM dengan DFU sehingga buku ini menggambarkan secara komplit dari kajian literature hingga pengaplikasiannya kepada pasien dan dianalisis hasil implementasinya. Buku ini berbahasa Inggris, materi dalam buku ini terdiri dari 6 chapter, yang meliputi : chapter 1 Diabetic Foot Ulcer (DFU); chapter 2 Implementation of the risk Assessment Tools; chapter 3 systematic Review in Risk Factor of DFU; chapter 4 Assessment Tools for Adult Nursing Practice; chapter 5 Critical Appraisal Diabetic Foot Risk Factors in Type 2 Diabetes Patient : A Cross Sectional Case Control Study; chapter 6 Cases.
AIDS merupakan penyakit menular yang disebabkan karena infeksi dengan virus yang disebut HIV. Virus ini menyerang dan menghancurkan kelompok sel-sel darah putih tertentu yaitu sel T helper, sel yang membuat zan anti dalam tubuh. Masalah HIV/AIDS merupakan masalah besar yang mengancam Indonesia dan banyak negara di seluruh dunia. Materi dalam buku ini terdiri dari 9 bab, yang meliputi : bab 1 pendahuluan; bab 2 kajian virologi, epidemiologi, patofisiologi dan penularan HIV/AIDS; bab 3 pencegahan dan pengobatan virus HIV/AIDS; bab 4 faktor risiko HIV/AIDS; bab 5 infeksi oportunistik HIV/AIDS; bab 6 dampak HIV/AIDS; bab 7 Stigma dan diskriminasi orang dengan HIV/AIDS; bab 8 penanggulangan virus HIV/AIDS; bab 9 peran imunomodulator dalam meningkatkan system imun.
This book consists of 28 chapters, covering : chapter 1 a first look at anatomy; chapter 2 the cells : basic unit of structure and function; chapter 3 embryology; chapter 4 tissue level of organization; chapter 5 integumentary system; chapter 6 cartilage and bone; chapter 7 axial skeleton; chapter 8 appendicular skeleton; chapter 9 articulations; chapter 10 muscle tissue and organization; chapter 11 axial muscles; chapter 12 appendicular muscles; chapter 13 surface anatomy; chapter 14 nervous tissue; chapter 15 brain and cranial nerves; chapter 16 spinal cord and spinal nerves; chapter 17 pathways and integrative function; chapter 18 autonomic nervous system; chapter 19 senses : general and special; chapter 20 endocrine system; Chapter 21 blood; chapter 22 heart; chapter 23 vessels and circulation; chapter 24 lymphatic system; chapter 25 respiratory system; chapter 26 digestive system; chapter 27 urinary system; chapter 28 reproductive system.
This book consists of 6 unit, covering : unit 1 levels of organization; unit 2 support and movement; unit 3 integration and coordination; unit 4 transport; unit 5 absorption and excretion; unit 6 the human life cycle.
This book consists of 17 chapter, covering : chapter 1 the main themes of microbiology; chapter 2 the chemistry of biology; chapter 3 tools of the laboratory : methods of studying microorganisms; chapter 4 a survey of prokaryotic cells and microorganisms; chapter 5 a survey of eukaryotic cells and microorganisms; chapter 6 an introduction to viruses, viroids, and prions; chapter 7 microbial nutrition, ecology and growth; chapter 8 an introduction to microbial metabolism: the chemical crossroads of life; chapter 9 an introduction to microbial genetics; chapter 10 genetic engineering : a revolution in molecular biology; chapter 11 physical and chemical agents for microbial control; chapter 12 drugs, microbes, host – the elements of chemotherapy; chapter 13 microbe-human interactions : infection, disease, and epidemiology; chapter 14 an introduction to host defenses and innate immunities; chapter 15 adaptive, specific immunity and immunization; chapter 16 disorder of immunity; chapter 17 procedures for identifying pathogens and diagnosing infections.
Buku Ajar Ilmu Bedah Sjamsuhidajat-de Jong sudah sampai pada edisi keempat. Sejak edisi pertama, Buku Ajar Ilmu Bedah Sjamsuhidajat-de Jong sudah dipergunakan oleh para pendidik sebagai referensi dasar untuk ilmu bedah bagi para mahasiswa kedokteran atau pun dokter muda di seluruh Indonesia. Ilmu dan teknologi dalam bidang bedah terus berkembang. Oleh sebab itu, buku edisi keempat ini mengalami banyak pembaruan. Pokok bahasan buku ini sesuai untuk mahasiswa yang mulai berkenalan dengan ilmu bedah, tetapi juga tetap mencerminkan kemajuan ilmu dan teknologi di bidang bedah, khususnya di Indonesia. Dalam buku ini volume 3 edisi 4 ini pokok bahasan III tentang system organ dan tindak bedahnya dengan uraian : bab 37 usus halus, appendix, kolon, dan anorektum; bab 38 sistem endokrin; bab 39 alat kelamin Perempuan; bab 40 saluran kemih dan alat kelamin laki-laki; bab 41 sistem saraf dan bab 42 sistem muskuloskletal.
Buku Ajar Ilmu Bedah Sjamsuhidajat-de Jong sudah sampai pada edisi keempat. Sejak edisi pertama, Buku Ajar Ilmu Bedah Sjamsuhidajat-de Jong sudah dipergunakan oleh para pendidik sebagai referensi dasar untuk ilmu bedah bagi para mahasiswa kedokteran atau pun dokter muda di seluruh Indonesia. Ilmu dan teknologi dalam bidang bedah terus berkembang. Oleh sebab itu, buku edisi keempat ini mengalami banyak pembaruan. Pokok bahasan buku ini sesuai untuk mahasiswa yang mulai berkenalan dengan ilmu bedah, tetapi juga tetap mencerminkan kemajuan ilmu dan teknologi di bidang bedah, khususnya di Indonesia. Dalam buku ini volume 2 edisi 4 ini pokok bahasan III tentang system organ dan tindak bedahnya dengan uraian : bab 25 kulit; bab 26 kepala leher; bab 27 payudara; bab 28 dinding thoraks dan pleura; bab 29 trakea, mediastinum dan paru; bab 30 jantung, pembuluh darah dan limfa; bab 31 esofagus dan diafragma; bab 32 dinding perut, hernia, retroperitoneum, dan omentum; bab 33 lambung dan duodenum; bab 34 saluran empedu dan hati; bab 35 pankreas dan bab 36 limpa.
Buku Ajar Ilmu Bedah Sjamsuhidajat-de Jong sudah sampai pada edisi keempat. Sejak edisi pertama, Buku Ajar Ilmu Bedah Sjamsuhidajat-de Jong sudah dipergunakan oleh para pendidik sebagai referensi dasar untuk ilmu bedah bagi para mahasiswa kedokteran atau pun dokter muda di seluruh Indonesia. Ilmu dan teknologi dalam bidang bedah terus berkembang. Oleh sebab itu, buku edisi keempat ini mengalami banyak pembaruan. Pokok bahasan buku ini sesuai untuk mahasiswa yang mulai berkenalan dengan ilmu bedah, tetapi juga tetap mencerminkan kemajuan ilmu dan teknologi di bidang bedah, khususnya di Indonesia. Dalam buku ini volume 1 edisi 4 ini pokok bahasannya I tentang masalah ilmu bedah dan pertimbangan dasar dengan uraian : bab 1 sejarah ilmu bedah; bab 2 aspek etik dan medicolegal dokter spesialis bedah; bab 3 cedera sel dan inflamasi; bab 4 infeksi; bab 5 luka; bab 6 trauma dan bencana; bab 7 syok; bab 8 keseimbangan cairan, elektrolit dan asam basa; bab 9 neoplasia; bab 10 perdarahan bedah dan masalah vascular terkait pembedahan; bab 11 transplantasi; bab 12 gawat abdomen; bab 13 kelainan abdomen nonakut; bab 14 kelainan anatomi bawaan. Pokok bahasan II Metode yang digunakan di lapangan bedah dengan uraian: bab 15 ilmu bedah berbasis bukti; bab 16 rekam medis, pendekatan pada pasien, dan pengambilan keputusan klinis; bab 17 pemeriksaan penderita; bab 18 persiapan prabedah; bab 19 anestesi; bab 20 pembedahan; bab 21 masa pulih sadar dan perawatan pascabedah; bab 22 penyakit pasca bedah; bab 23 kedokteran fisik dan rehabilitasi pascabedah; dan bab 24 bedah plastic dan rekonstruksi.
Buku Bedah Otologi dan Bedah Neurotologi Dasar sangat ideal untuk melengkapi buku kedokteran di bidang THT bagi mahasiswa kedokteran, residen program pendidikan dokter spesialis ilmu penyakit THT, dokter spesialis THT, dan siapa pun yang berminat untuk menambah pengetahuan di bidang bedah otologi dan neurotologi. Buku ini akan membantu Anda: memahami segala sesuatu mengenai patologi telinga dengan penekanan pada terapi bedah untuk eradikasi penyakit dan rekonstruksi fungsi indra pendengar memahami berbagai teknik bedah otologi dan neurotologi melalui ulasan yang mudah dipahami, ilustrasi, dan foto berwarna serta videoclip. Materi dalam buku ini terdiri dari 8 bab, yang meliputi : bab 1 sejarah operasi telinga; bab 2 anatomi bedah regio temporal; bab 3 pemeriksaan pencitraan tulang temporal; bab 4 fisiologi telinga Tengah dan dan fungsi pendengaran pada beberapa kelainan telinga Tengah; bab 5 kelainan telinga luar, telinga Tengah dan telinga dalam; bab 6 bedah otologi dan neurotologi; bab 7 pengantar bedah telinga transkanal endoskopik; bab 8 pengantar basis kranii lateral.
Sebagai negara yang terletak di daerah tropis, Indonesia memiliki kelembapan dan suhu lingkungan yang mendukung perkembangbiakan berbagai parasit. Parasit ini dapat masuk ke dalam tubuh manusia melalui berbagai cara, salah satunya melalui jalur oral (melalui makanan dan minuman). Parasit dapat menimbulkan penyakit, kecacatan, bahkan kematian. Materi dalam buku ini terdiri dari 20 bab, yang meliputi : bab 1 pendahuluan; bab 2 amebiasis; bab 3 giardiasis; bab 4 balantidiasis; bab 5 toksoplasmosis; bab 6 kriptosporidiosis; bab 7 isosporiasis; bab 8 siklosporiasis; bab 9 mikrosporidiosis; bab 10 blastosistosis; bab 11 askariasis; bab 12 toksokariasis; bab 13 trikuriasis; bab 14 enterobiasis; bab 15 sistiserkosis; bab 16 ekinokokosis; bab 17 fasioliasis; bab 18 fasiolopsiasis; bab 19 lalat rumah sebagai vector mekanik penyakit parasite; bab 20 kesimpulan.