INTEGRATED LIBRARY

Universitas Diponegoro

  • Beranda
  • Informasi
  • Berita
  • Bantuan
  • Pustakawan
  • Masuk
  • Pilih Bahasa :
    Bahasa Arab Bahasa Bengal Bahasa Brazil Portugis Bahasa Inggris Bahasa Spanyol Bahasa Jerman Bahasa Indonesia Bahasa Jepang Bahasa Melayu Bahasa Persia Bahasa Rusia Bahasa Thailand Bahasa Turki Bahasa Urdu

Pencarian berdasarkan :

SEMUA Pengarang Subjek ISBN/ISSN Pencarian Spesifik

Pencarian terakhir:

{{tmpObj[k].text}}

Ditapis dengan

  • Tahun Penerbitan
  • Lokasi
    Lihat Lebih Banyak
Ditemukan 10000 dari pencarian Anda melalui kata kunci: author="JACQUOT, Raymond G."
Hal. Awal Sebelumnya 326 327 328 329 330 Berikutnya Hal. Akhir
cover
Buku Ajar Berwarna Histologi = Color Textbook of Histology
By Leslie P. Gartner ; James L. Hiatt ; Sugito Wonodirekso ; Isnani A.S. Suryono ; Lia Damayanti
-- Singapura : Elsevier Saunders, 2014

Ketersediaan5
Tambahkan ke dalam keranjang
Unduh MARCSitasi
cover
Dasar-dasar Anatomi Gray
By Richard L. Drake ; A. Wayne Vogl ; Adam W. M. Mitchell ; Viskasari Pintoko Kalanjati
-- Singapura : Elsevier, 2014

Ketersediaan3
Tambahkan ke dalam keranjang
Unduh MARCSitasi
cover
KESEHATAN MASYARAKAT TEORI DAN APLIKASI
By Umar Fahmi Achmadi
-- Jakarta : Raja Grafindo, 2013

Ketersediaan3
Tambahkan ke dalam keranjang
Unduh MARCSitasi
cover
Validitas skor Apache II, MSOFA dan SAPS 3 terhadap mortalitas pasien non bedah di perawatan intensif dewasa RSUP dr. Karyadi Semarang
By Danu Soesilowati ; Nur Hajriya Brahmi ; Jati Listiyanto Pujo
-- Semarang : FK Undip, 2016

Latar belakang : Terdapat berbagai model sistem severity of illness, digunakan untuk memprediksi mortalitas, keefektifitasan dan lama rawat di perawatan intensif, memprediksi jumlah perawat yang secara efektif dapat menangani pasien, banyaknya pasien yang dirawat dirumah sakit, penghitungan beban biaya kesehatan dan salah satu komponen evaluasi performance ICU. Diperlukan penilaian validitas antara sistem severity of illness sehingga dapat diterapkan secara maksimal di perawatan intensif. Tujuan : Membandingkan validitas sistem skoring APACHE II, MSOFA dan SAPS 3 terhadap mortalitas pasien ICU non bedah di RSUP dr. Kariadi Semarang. Metode : Penelitian ini adalah uji diagnostik dengan desain kohort retrospektif. Sampel sebanyak 135 sampel dipilih berdasarkan simple random sampling, yang memenuhi kriteria inklusi dan eksklusi. Missing value yakni bilirubin dinilai dan dipertimbangkan dalam interpretasi data. Validitas diperoleh dengan melakukan kalibrasi dan diskriminasi dari hasil penelitian kemudian dibandingkan antara hasil yang didapat. Normalitas data menggunakan uji kolmogorov smirnoff, sementara homogenitas menggunakan uji Levenne. Sampel dikalibrasi dengan uji Hosmer LAmeshow goodness of fit C dan area under the receiver operating curve. Penilaian diskriminasi dilakukan dengan uji diagnostik dengan membuat tabel 2x2 dengan komponen pasien outcome, dengan model parsimoni dari tiap-tiap model skoring. Hasil : Kurva ROC memberikan nilai auROC untuk scoring APACHE II, MSOFA dan SAPS 3 dengan hasil 0,7981, 0,7620, 0,785. Dari hasil tersebut, ketiga penilaian berada pada nilai baik. APACHE II lebih sensitif (83,3%) dari pada MSOFA (82,6%) maupun SAPS 3 (79,6%). Kesimpulan : Sistem skoring APACHE II, MSOFA dan SAPS 3 cukup baik untuk digunakan sebagai mortalitas dengan APACHE II lebih valid dibandingkan MSOFA dan SAPS 3. Kata kunci : validitas, APACHE II, MSOFA, SAPS 3

Ketersediaan1
Tambahkan ke dalam keranjang
Unduh MARCSitasi
cover
Cardiovascular intervention : a companion to Braunwald's Heart Disease
By Deepak L. Bhatt
-- Philadelphia : Elsevier, 2016

Ketersediaan1
Tambahkan ke dalam keranjang
Unduh MARCSitasi
cover
Color Atlas and Synopsis of Cardiovascular MR & CT
By Subha V. Raman ; William T. Abraham
-- New York : Mc. Graw Hill Education, 2014

Ketersediaan1
Tambahkan ke dalam keranjang
Unduh MARCSitasi
cover
Exercise physiology : Integrating Theory and Application
By William J. Kraemer ; Steven J. Fleck ; Michael R Deschenes
-- Philadelphia : Wolter Kluwer, 2016

Ketersediaan1
Tambahkan ke dalam keranjang
Unduh MARCSitasi
cover
Perbandingan gambaran histopatologi lambung tikus wistar setelah pemberian deksketoprofen ketorolak
By Datu Abdul Rahman Hakim ; Hari Hendriarto Satoto
-- Semarang : FK Undip, 2016

Latar belakang : Obat anti inflamasi non steroid (OAINS) merupakan obat yang memiliki kemampuan untuk mengatasi nyeri, sehingga dapat digunakan untuk pengelolaan nyeri pasca bedah. Ketorolak dan desketoprofen merupakan OAINS bekerja dengan cara menghambat aktifitas ezim siklooksigenase (COX) baik enzim siklooksigenase-1 (COX-1) maupun enzim siklooksigenase-2 (COX-2) sehingga sintesis dari prostaglandin (PG) juga terhambat. PG khususnya prostaglandin E2 (PGE2) sebenarnya merupakan zat yang bersifat protektor untuk mukosa saluran cerna atas. HAmbatan sintesis PG akan mengurangi ketahanan mukosa, dengan efek berupa lesi akut mukosa lambung bentuk ringan sampai berat. Tujuan : Mengetahui perbedaan gambaran histopatologi lambung tikus wistar setelah pemberian deksketoprofen dan ketorolak. Metode : Dilakukan penelitian eksperimental laboratorik menggunakan randomized post test control group design pada 14 ekor tikus wistar jantan yang dibagi menjadi 2 kelompok secara acak masing-masing kelompok terdiri dari 7 ekor tikus wistar yang diberi luka incisi. Kelompok I mendapatkan deksketoprofen 0,9 mg intramuskular tiap 8 jam selama 5 hari dan kelompok II mendapatkan ketorolak dengan dosis 0,54 mg intramuskuler tiap 8 jam selama 5 hari. Setelah itu dilakukan terminasi serta pengambilan jaringan lambung dan dianalisis gambaran histopatologisnya. Uji statistik normalitas data dengan menggunakan Saphiro wilk uji beda dengan menggunakan Independent t Test. Hasil : Dari hasil uji Independent T Test didapatkan nilai p antara kelompok I terhadap kelompok II P=0,029 sehingga terdapat perbedaan yang bermakna antara kelompok I dan kelompok II. Kesimpulan : Terdapat perubahan gambaran histopatologis lambung tikus wsitar setelah pemberian deksketorpofen dan ketorolak, dimana perubahan gambaran histopatologi lambung tikus wsitar pada pemberian desketoprofen lebih sedikit dibandingkan dengan ketorolak. Kata kunci : deksketoprofen, ketorolak, gambaran histopatologi lambung

Ketersediaan1
Tambahkan ke dalam keranjang
Unduh MARCSitasi
cover
Perbedaan pengaruh pemberian deksketorpofen dan ketorolak terhadap gambaran histopatologi tubulus proksimal ginjal tikus wistar
By M. Sofyan Harahap ; Andrian Ali
-- Semarang : FK Undip, 2016

Latar belakang : Obat anti inflamasi non steroid (OAINS) berperan dalam mengendalikan inflamasi melalui inhibisi COX 1 dan COX 2. Ketorolak memiliki aktivitas hambatan lebih besar terhadap enzim COX-1. Sementara deksketorpofen bersifat seimbang atau menghambat kedua enzim cyclooxygenase (COX) sama besar. Penurunan fungsi ginjal dipengaruhi oleh penghambatan enzim COX-1, ketorolak dan deksketoprofen sebagai analgetik yang sering dipakai, eleminasi metabolitnya diginjal. Tujuan : Mengetahui perbedaan pengaruh pemberian deksketoprofen dan ketorolak terhadap perubahan histopatologi tubulus proksimal ginjal tikus wistar. Metode : Dilakukan penelitian eksperimental laboratorik menggunakan randomized post test control group design pada 28 ekor tikus wistar jantan yang dibagi menjadi 4 kelompok secara acak masing-masing kelompok terdiri dari 7 ekor tikus wsitar yang diberi luka incisi. Kelompok I mendapatkan deksketoprofen 0,9 mg intramuskular tiap 8 jam selama 3 hari, kelompok II mendapat ketorolak dengan dosis 0,54 mg IM tiap 8 jam selama 3 hari, kelompok II mendapatkan deksketoprofen 0,9 mg intramuskular tiap 8 jam 5 hari, kelompok IV mendapat ketorolak dengan dosis 0,54 mg IM tiap 8 jam selama 3 hari dan dilakukan terminasi serta pengambilan jaringan ginjal. Analisa statistik menggunakan uji Kruskal dan uji Mann-Whitney. Hasil : Terdapat perbedaan bermakna (p

Ketersediaan1
Tambahkan ke dalam keranjang
Unduh MARCSitasi
cover
Pengaruh Dexmedetomidine intravena terhadap kadar Superoxide Dismutase I (SOD-1) ginjal kelinci pada Renal Ischemic Reperfusion Injury Model
By M. Sofyan Harahap ; Maulitia Neny Yusuprihastuti
-- Semarang : FK Undip, 2016

Latar belakang : Perubahan hemodinamik selama operasi dapat menyebabkan hipoperfusi organ yang berakibat pada kegagalan organ ginjal. Ischemic Reperfusion Injury (IRI) adalah penyebab utama dari kegagalan ginjal akut, dan dapat berakibat pada peningkatan morbiditas dan angka kematian. Dexmedetomidine adalah agonis Alpha2-adrenergik yang selektif, menunjukkan sifat sparing anestesi, analgesia dan sifat simpatolitik, termasuk digunakan sebagai agen pelindung untuk Ischemic Reperfusion Injury (IRI) pada banyak sistem organ. Superoxide Dismutase 1 (SOD1) memainkan peran pentng dalam menyeimbangkan status oksidasi dan antioksidan, memberikan pertahanan penting terhadap toksisitas superoxide radikal, sehingga dapat melindungi sel dari kerusakan. Tujuan : Mengetahui efek dexmedetomidine intravena terhadap kadar Superoxide Dismutase 1 (SOD-1) ginjal kelinci dengan renal ISchemic Reperfusion Injury model. Metode : Penelitian eksperimental RAndomized Post Test Only Control Group Design menggunakan 16 ekor kelinci New Zealand. 8 ekor kelinci diberikan perlakuan dengan pemberian dexmedetomidine 0,5 mcg/kgbb/jam dan dilakukan oklusi pada arteri renalis. 8 ekor kelinci yang tidak mengalami perlakuan juga dilakukan oklusi arteri renalis dan dilakukan Superoxide Dismutase 1 (SOD-1) sebagai kontol. Uji normalitas dengan Saphiro Wilk dilanjutkan uji parametric menggunakan Mann Whitney. Hasil : Kadar rerata SOD-1 pada kelompok kontrol 0,8 dan nilai P 0,389 (normal) dan kadar rerata SOD-1 pada kelompok perlakuan 1,21 dan nilai P 0,014 (tidak normal). Uji beda digunakan uji parametric Mann Whitney-test didapatkan nilai p = 0,016. KArena nilai p

Ketersediaan1
Tambahkan ke dalam keranjang
Unduh MARCSitasi
Hal. Awal Sebelumnya 326 327 328 329 330 Berikutnya Hal. Akhir
INTEGRATED LIBRARY
Universitas Diponegoro
  • Informasi
  • Layanan
  • Pustakawan
  • Area Anggota

Tentang Kami

As a complete Library Management System, SLiMS (Senayan Library Management System) has many features that will help libraries and librarians to do their job easily and quickly. Follow this link to show some features provided by SLiMS.

Cari

masukkan satu atau lebih kata kunci dari judul, pengarang, atau subjek

Donasi untuk SLiMS Kontribusi untuk SLiMS?

© 2026 — Senayan Developer Community

Ditenagai oleh SLiMS
Pilih subjek yang menarik bagi Anda
  • Karya Umum
  • Filsafat
  • Agama
  • Ilmu-ilmu Sosial
  • Bahasa
  • Ilmu-ilmu Murni
  • Ilmu-ilmu Terapan
  • Kesenian, Hiburan, dan Olahraga
  • Kesusastraan
  • Geografi dan Sejarah
Icons made by Freepik from www.flaticon.com
Pencarian Spesifik
Kemana ingin Anda bagikan?