INTEGRATED LIBRARY

Universitas Diponegoro

  • Beranda
  • Informasi
  • Berita
  • Bantuan
  • Pustakawan
  • Masuk
  • Pilih Bahasa :
    Bahasa Arab Bahasa Bengal Bahasa Brazil Portugis Bahasa Inggris Bahasa Spanyol Bahasa Jerman Bahasa Indonesia Bahasa Jepang Bahasa Melayu Bahasa Persia Bahasa Rusia Bahasa Thailand Bahasa Turki Bahasa Urdu

Pencarian berdasarkan :

SEMUA Pengarang Subjek ISBN/ISSN Pencarian Spesifik

Pencarian terakhir:

{{tmpObj[k].text}}

Ditapis dengan

  • Tahun Penerbitan
  • Lokasi
    Lihat Lebih Banyak
Ditemukan 10000 dari pencarian Anda melalui kata kunci: author="Ir. Soedjianto"
Hal. Awal Sebelumnya 106 107 108 109 110 Berikutnya Hal. Akhir
cover
Kesesuaian derajat sirosis hepatis berdasarkan morfologi hepar secara CT scan dengan klasifikasi child-Pugh
By Richard Yan Marvellini ; Nurdopo Baskoro ; Hery Djagat Purnomo
-- Semarang : FK Undip, 2016

Latar belakang : Sirosis hepatis merupakan hasil akhir dari kerusakan kronis hepar akibat berbagai etiologi, ditandai dengan kerusakan parenkim mengarah kepada fibrosis yang luas dan regresi nodular. Fibrosis hepar berlangsung secara perlahan-lahan dan bertahap menuju sirosis hepatis dekompensata. Derajat sirosis hepatis akan sangat membantu jika dapat ditentukan baik secara klinis maupun dengan pencitraan non-invasif. Derajat sirosis hepatis secara klinis dikaitkan dengan klasifikasi Child-Pugh sedangkan CT scan merupakan modalitas utama yang digunakan pada pasien dengan sirosis hepatis karena dapat menilai dengan baik serta akurat perubahan intra hepatik yang terjadi. Tujuan : Mengetahui kesesuaian derajat sirosis hepatis berdasarkan morfologi hepar secara CT scan dengan klasifikasi Child-Pugh. Metode : Penelitian observasional analitik dengan rancangan cross sectional dan menggunakan data rekam medik 26 sampel penderita sirosis hepatis yang memenuhi kriteria inklusi. Data dianalisis dengan uji hipotesis menggunakan Rank Spearman. Hasil : Terdapat kesesuaian derajat sirosis hepatis yang memiliki korelasi tinggi antara total volume hepar secara CT scan dengan klasifikasi child-pugh (r=-0,719; p

Ketersediaan1
Tambahkan ke dalam keranjang
Unduh MARCSitasi
cover
Pengaruh oligohidramnion terhadap kejadian korioamnionitis pada ketuban pecah dini
-- Semarang : FK Undip, 2017

Ketersediaan0
Eksemplar tidak tersedia
Unduh MARCSitasi
cover
Metode Kuantitatif: Pendekatan pengambilan keputusan untuk ilmu sosial dan bisnis
By Bernardus Y. Nugroho ; Ferdinand D. Saragih ; Umanto Eko
-- Jakarta : Salemba Humanika, 2016

Ketersediaan3
Tambahkan ke dalam keranjang
Unduh MARCSitasi
cover
Metodologi Penelitian Kualitatif Untuk Ilmu-Ilmu Sosial
By Haris Herdiansyah
-- Jakarta : Salemba Humanika, 2014

Ketersediaan3
Tambahkan ke dalam keranjang
Unduh MARCSitasi
cover
Buku Ajar Mikrobiologi Kedokteran
By Staf pengajar bagian mikrobiologi FK UI
-- Pamulang : Binarupa Aksara, 2009

Ketersediaan3
Tambahkan ke dalam keranjang
Unduh MARCSitasi
cover
Kesesuaian hasil pemeriksaan antara CT Scan 4 fase terhadap MRI dengan kontras gadoxetic acid disodium dalam mendeteksi karsinoma hepatoseluler
By Hery Djagat Purnomo ; Arie Kusumaningrum ; A. Gunawan Santoso
-- Semarang : FK Undip, 2016

Latar belakang : Karsinoma Hepatoseluler (KHS) adalah keganasan primer hepar yang menduduki peringkat kelima dari seluruh keganasan dan peringkat ketiga kanker penyebab kematian di dunia. Computed Tomography (CT) scan 4 fase dan Magnetic Resonance Imaging (MRI) merupakan modalitas radiologi yang digunakan untuk menegakkan diagnosis KHS. MRI dengan media kontras spesifik hepatosit gadoxetic acid disodium atau Gd-EOB-DTPA, merupakan modalitas radiologi alternatif yang mempunyai kemampuan mendeteksi KHS lebih tinggi dibandingkan dengan CT scan 4 fase, terutama untuk KHS dengan pola penyangatan tidak memnuhi karakteristik KHS pada CT scan 4 fase dan KHS berukuran kurang dari 3 cm. Metode : Penelitian menggunakan desain observasional analitik dengan rancangan cross sectional yang dilakukan pada 10 penderita KHS. Analisis statistik menggunakan uji Kappa. Hasil : Pada uji Kappa hasil pemeriksaan CT scan 4 fase terhadap MRI dengan kontras Gd-EOB-DPTA dalam mendeteksi pola penyangatan KHS didapatkan nilai k = 0.118 yang menunjukkan ketidaksesuaian CT scan 4 fase terhadap MRI dengan kontras Gd-EOB-DTPA dalam mendeteksi pola penyangatan KHS. Pada uji Kappa hasil pemeriksaan CT scan 4 fase terhadap MRI dengan kontras Gd-EOB-DTPA dalam mendeteksi ukuran dan jumlah nodul KHS didapatkan nilia k=1.000 yang menunjukkan kesesuaian CT scan 4 fase terhadap MRI dengan kontras Gd-EOB-DTPA dalam mendeteksi ukuran dan jumlah nodul KHS. Simpulan : Terdapat ketidaksesuaian hasil pemeriksaan anatara CT scan 4 fase terhadap MRI dengan kontras gadoxetic acid disodium dalam mendeteksi pola penyangatan KHS. Terdapat kesesuaian hasil pemeriksaan antara CT scan 4 fase terhadap MRI dengan kontras gadoxetic acid disodium dalam mendeteksi ukuran dan jumlah nodul KHS. Kata kunci : karsinoma hepatoseluler, CT scan, MRI, gadoxetic acid disodium

Ketersediaan1
Tambahkan ke dalam keranjang
Unduh MARCSitasi
cover
Desain Molekul Antimalaria Kompetitor Meflokuin
By Hari Purnomo
-- Yogyakarta : Pustaka pelajar, 2015

Ketersediaan3
Tambahkan ke dalam keranjang
Unduh MARCSitasi
cover
Korelasi modified rankin scale (mRS) dengan volume hematoma dan edema perihematoma secara CT scan (studi pada pasien stroke hemoragik)
By Yucca Kristianawati ; Hermina Sukmaningtyas ; Dwi Pudjonarko
-- Semarang : FK Undip, 2016

Latar belakang : Stroke hemoragik menjadi salah satu masalah kesehatan utama dan merupakan penyebab kematian yang ketiga terbanyak di negara-negara maju. Modified Rankin Scale (mRS) merupakan penilaian secara umum yang paling sering digunakan untuk menilai hasil akhir yang ditimbulkan paska stroke. Besar kecilnya volume hematoma, volume edema perihematoma (absolut dan relatif) dapat memprediksi outcome pasien paska stroke hemoragik. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui korelasi antara outcome pasien paska stroke dengan besarnya volume hematoma, volume edema perihematoma (absolut dan relatif) pada pasien stroke hemoragik. Metode : Desain penelitian adalah observasional analitik dengan rancangan belah lintang yang diambil dari catatan medik. Jumlah sampel 50 penderita stroke hemoragik yang memnuhi kriteria inklusi dan eksklusi di RS dr. Kariadi Semarang. Hasil : Uji korelasi dengan rank spearman's didapatkan nilai koefisiensi korelasi (0,283) dan p-value 0,046 menunjukkan korelasi antara dua variabel lemah, sedangkan arah hubungannya positif, yang berarti bahwa semakin tinggi nilai volume edema perihepatoma relatif maka semakin tinggi nilai mRS pada pasien stroke hemoragik, serta tidak ada korelasi yang bermakna antara mRS dengan volume hematoma dan volume edema perihematoma absolut maupun variabel lainnya, didapatkan p>0,05. Simpulan : Terdapat korelasi lemah antara mRS dengan volume edema perihematoma relatif pada pasien stroke hemoragik. Kata kunci : stroke hemoragik, mRS, volume hematoma, volume edema perihematoma

Ketersediaan1
Tambahkan ke dalam keranjang
Unduh MARCSitasi
cover
Gambaran foto panoramik pasca terapi radiasi regio kepela leher : Studi kasus pada pasien keganasan kepala leher di RSUP dr. Kariadi Semarang
By Nurdopo Baskoro ; Rosita Kurniawati ; Ch. Hari Nawangsih
-- Semarang : FK Undip, 2016

Latar belakang : Keganasan kepala leher (KKL) merupakan keganasan yang paling sering dijumpai di negara berkembang. Penatalaksanaan KKL meliputi pembedahan, terapi radiasi dan kemoterapi maupun kombinasi diantara ketiga metode tersebut. PAsca terapi radiasi timbul efek samping antara lain periodontitis dan radiation caries. Penelitian ini bertujuan untuk mendeskripsikan gambaran radiation caries dan periodontitis berdasarkan foto panoramik pada pasien keganasan kepala leher pasca terapi inhalasi. Metode : Desain penelitian adalah deskriptif. Jumlah sampel 26 penderita KKL yang memenuhi kriteria inklusi di RSUP dr. Kariadi Semarang. HAsil : Jumlah sampel 26 orang, terdiri dari laki-laki 19 orang dan perempuan 7 orang dengan rentang usia antara 23-64 tahun dan total dosis radiasi antara 40 Gy-80Gy. keganasan yang paling banyak dijumpai adalah karsinoma nasofaring (KNF) sebanyak 24 orang. Pada 5 sampel tidak dijumpai karies, 3 orang dengan karies anterior, 11 orang dengan karies posterior serta 7 orang dengan karies anterior dan posterior. Periodontitis didapatkan pada 26 sampel (100%). Simpulan : Terdapat gambaran radiation caries berupa karies anterior pada 9 sampel (34,6%) yang terdiri dari 3 orang dengan karies anterior saja dan 6 orang dengan karies anterior-posterior dan terdapat gambaran periodontitis pada 26 sampel (100%) dengan gambaran berupan crestal irregularities 2 orang (7,7%), pelebaran ligamentum periodontal space 20 orang (76,9%), bone sclerosis 9 orang (42,3%) dan bone loss pada 26 orang (100%) sedangkan gambaran interseptal bone changes tidak ditemukan pada keseluruhan sampel. Kata kunci : keganasan kepala leher, periodontitis, radiation caries

Ketersediaan1
Tambahkan ke dalam keranjang
Unduh MARCSitasi
cover
Buku ajar pediatri gawat darurat
By Antonius H. Pudjiadi ; Abdul Latief ; Novik Budiwardhana
-- Jakarta : Badan Penerbit Ikatan Dokter Anak Indonesia, 2015

Ketersediaan2
Tambahkan ke dalam keranjang
Unduh MARCSitasi
Hal. Awal Sebelumnya 106 107 108 109 110 Berikutnya Hal. Akhir
INTEGRATED LIBRARY
Universitas Diponegoro
  • Informasi
  • Layanan
  • Pustakawan
  • Area Anggota

Tentang Kami

As a complete Library Management System, SLiMS (Senayan Library Management System) has many features that will help libraries and librarians to do their job easily and quickly. Follow this link to show some features provided by SLiMS.

Cari

masukkan satu atau lebih kata kunci dari judul, pengarang, atau subjek

Donasi untuk SLiMS Kontribusi untuk SLiMS?

© 2026 — Senayan Developer Community

Ditenagai oleh SLiMS
Pilih subjek yang menarik bagi Anda
  • Karya Umum
  • Filsafat
  • Agama
  • Ilmu-ilmu Sosial
  • Bahasa
  • Ilmu-ilmu Murni
  • Ilmu-ilmu Terapan
  • Kesenian, Hiburan, dan Olahraga
  • Kesusastraan
  • Geografi dan Sejarah
Icons made by Freepik from www.flaticon.com
Pencarian Spesifik
Kemana ingin Anda bagikan?