INTEGRATED LIBRARY

Universitas Diponegoro

  • Beranda
  • Informasi
  • Berita
  • Bantuan
  • Pustakawan
  • Masuk
  • Pilih Bahasa :
    Bahasa Arab Bahasa Bengal Bahasa Brazil Portugis Bahasa Inggris Bahasa Spanyol Bahasa Jerman Bahasa Indonesia Bahasa Jepang Bahasa Melayu Bahasa Persia Bahasa Rusia Bahasa Thailand Bahasa Turki Bahasa Urdu

Pencarian berdasarkan :

SEMUA Pengarang Subjek ISBN/ISSN Pencarian Spesifik

Pencarian terakhir:

{{tmpObj[k].text}}

Ditapis dengan

  • Tahun Penerbitan
  • Lokasi
    Lihat Lebih Banyak
Ditemukan 10000 dari pencarian Anda melalui kata kunci: author="Erna Setiawati"
Hal. Awal Sebelumnya 206 207 208 209 210 Berikutnya Hal. Akhir
cover
Pengaruh konseling terhadap tingkat pengetahuan, sikap dan perilaku orang tua anak OMSK
By Anita Widi Hastuti ; Pujo Widodo ; Rery Budiarti ; Suprihati
-- Semarang : FK Undip, 2018

Latar belakang : Otitis Media Supuratif Kronik (OMSK) adalah peradangan kronik pada celah sebagian / seluruh mukosa telinga tengah dan rongga mastoid yang ditandai dengan kelaurnya cairan dari telinga (otore) melalui perforasi membrane timpani. Kurangnya perhatian tentang kesehatn telinga dapat menyebabkan berbagi gangguan seperti penyakit telinga luar, tengah dan gangguan pendengaran. Prevalensi OMSK anak di negara Nigeria 2,5%, India 7,8%, Korea 0,6% dan Indonesia 3,9%. Kondisi kesehatan telinga anak dipengaruhi oleh perilaku kesehatan yang dilakukan oleh orang tua atau pun anak. Faktor-faktor yang mempengaruhi perilaku kesehatan dan perkambangan anak diantaranya pengetahuan, sikap, nilai, norma, budaya, agama, sarana dan prasarana dan kebiasaan setempat serta perilaku orang tua dalam mendidik anak yang terangkum dalam faktor predisposisi. OMSK anak ditemukan lebih tinggi yang tinggal di pinggiran kota, berasal dari orang tua dengan tingkat ekonomi rendah dan berpendidikan rendah. Tujuan : Mengetahui pengaruh pemberian konseling terhadap pengetahuan, sikap dan perilaku orang tua anak OMSK. Metode : Jenis penelitian dengan desain pretest-post test one group design untuk mengetahui pengaruh konseling kesehatan terhadap pengetahuan, sikap dan perilaku orang tua MSK. Penelitian dilakukan di Puskesmas Bandarharjo Semarang. Populasi target dalam penelitian ini adalah semua penderita OMSK naka < 7 tahun, sedangkan populasi terjangkau adalah semua penderita dan orang tua penderita dalam periode penelitian. Sampel penelitian adalah semua penderita penyakit OMSK kurang dari 7 tahun. Data pemeriksaan orang tua pasien OMSK sebelumnya diberikan kuesioner pre test terlebih dahulu kemudian diberikan informasi dan leaflet tentang OMSK, selang 2 minggu diberikan post test dengan kuesioner yang sama. Hasil : Konseling terbukti meningkatkan tingkat pengetahuan, sikap dan perilaku. Masing-masing karakteristik ibu (usia, tingkat pendidikan, pekerjaan, pendapatan keluarga, jarak rumah ke Puskesmas, fasilitas transportasi ke puskesmas, adanya pengasuh selain ibu, dan aktifitas ibu di posyandu) berpengaruh terhadap peningkatan tingkat pengetahuan, sikap dan perilaku. Simpulan : Konseling kesehatan dapat meningkatkan tingkat pengetahuan, sikap dan perilaku ibu dan anak OMSK. Usia ibu, tingkat pendidikan, pekerjaan dan pendapatan ibu masing-masing berpengaruh terhadap tingkat pengetahuan, sikap dan perilaku ibu anak OMSK. Jarak ke puskesmas, fasilitas transportasi ke puskesmas, pengasuh selain ibu dan aktifitas ibu di posyandu masing-masing berpengaruh terhadap tingkat pengetahuan dan sikap ibu anak OMSK. Kata kunci : OMSK, pengetahuan, sikap, perilaku, konseling

Ketersediaan1
Tambahkan ke dalam keranjang
Unduh MARCSitasi
cover
Hubungan penggunaan alat bantu dengar dengan kualitas hidup anak kurang pendengaran
By Nastiti Dwi Cahyani ; Muyassaroh ; Dian Ayu Ruspita
-- Semarang : FK Undip, 2019

Latar belakang : Kurang pendegaran dapat menyebabkan isolasi sosial, keterampilan komunikasi yang buruk dapat mempengaruhi kesehatan mental serta kualitas hidup. Alat bantu dengar (ABD) dapat memberikan rangsang auditorik dan meningkatkan kemampuan bicara anak dan berpengaruh pada kualitas hidup. Tujuan : Mengetahui hubungan penggunaan ABD dengan kualitas hidup anak kurang pendengaran. Metode : Penelitian belah lintang di beberapa SLB B wilayah Kota Semarang. Sampel ditentukan sebanyak 82 anak (7-12 tahun) kurang dengar derajat berat, sangat berat dengan dan tanpa ABD. Penilaian kualitas hidup dengan kuesioner Hearing Environmens and Reflection on Quality of Life (HEAR-QL). Analisis data dengan uji chi-square, regresi logistik multivariar. Hasil : Subjek dengan ABD sebanyak 48 anak (58,54%), 34 anak (41,46%) tanpa ABD. Rerata umur anak 10,77 ± 1,56 tahun. Penggunaan ABD berhubungan dengan kualitas hidup anak kurang pendengaran (p=

Ketersediaan1
Tambahkan ke dalam keranjang
Unduh MARCSitasi
cover
Fisiologi Manusia: Dari Sel Ke Sistem=Human Physiology: From Cells To Systems
By Lauralle Sherwood
-- Jakarta : EGC, 2011

Ketersediaan1
Tambahkan ke dalam keranjang
Unduh MARCSitasi
cover
Kejadian mielodipresi pada penderita kanker kepala dan leher (KKL) yang mendapat kemoterapi cisplatin dan carboplatin di RSUP Dr. Kariadi Semarang
By Nila Santia Dewi ; Willy Yusmawan ; Rery Budiarti
-- Semarang : FK Undip, 2019

Latar belakang : Kemoterapi bersifat sistematik dan non selektif sehingga tidak hanya sel kanker yang mati tetapi juga sel normal. National Comprehensive Cancer Network (NCCN) merekomendasikan Platinum-based sebagai rejimen kemoterapi untuk kanker kepala dan leher terutama Cisplatin dan Carboplatin. Cisplatin dan carboplatin dapat menyebabkan efek samping mielosupresi. Mielosupresi merupakan penurunan produksi sel leukosit, eritrosit dan atau trombosit. Tujuan : Membuktikan bahwa terdapat perbedaan kejadian mielosupresi pada penderita KKL yang mendapat kemoterapi Cisplatin dan Carboplatin. Metode : Penelitian observasional dengan desain penelitian kohort prospektif di klinik THT-KL, bangsal dan bagian rekam medis instalasi rawat jalan/rawat inap RSUP Dr. Kariadi Semarang. Sampel diambil sebanyak 45 orang dan mendapat kemoterapi platinum based dengan salah satu komponen berupa Cisplatin atau Carboplatin sebanyak 3 seri. Analisis data dengan uji Pearson Chi-square dan Fisher’s exact test. Hasil : Subyek penelitian 90 orang, 45 orang mendapat Paclitaxel Cisplatin dan 45 orang mendapatkan regimen Paclitaxel Carboplatin. Hasil penenlitian ini di dapatkan 48,9% pasien stadium IV, histopatologi terbanyak WHO 3 (83,3%). Rerata usia terbanyak 50-59 tahun, dan diagnosis terbanyak pada KNF (66,7%). Secara keseluruhan kemoterapi seri I menunjukkan Carboplatin menyebabkan kadar hemoglobin (p=1,000) dan leukosit (p=0,292) dengan jumlah subyek lebih banyak dibanding Cisplatin. Sedangkan pada kemoterapi seri III, Carboplatin menyebabkan perubahan kadar hemoglobin (p=

Ketersediaan1
Tambahkan ke dalam keranjang
Unduh MARCSitasi
cover
Kadar hemoglobin dan zat besi yang rendah sebagai faktor risiko kejadian otitis media supuratif kronik pada anak
By Maya Damayanti ; Suprihati ; Pujo Widodo
-- Semarang : FK Undip, 2019

Latar belakang : Otitis media supuratif kronik (OMSK) adalah salah satu penyakit tidak menular yang paling umum di seluruh dunia yang terjadi 6 tahun pertama kehidupan anak, dengan puncaknya sekitar 2 tahun. Otitis media supuratif kronik bersifat multifaktorial. Beberapa penelitian melaporkan bahwa pengobatan otitis media akut (OMA) yang tidak adekuat merupakan faktor predisposisi terhadap kejadian OMSK sedangkan kejadian OMA berulang meningkat pada anak dengan anemia defisiensi besi. Tujuan : Membuktikan hubungan kadar Hemoglobin (Hb) dan zat besi yang rendah sebagai salah satu faktor risiko kejadian OMSK pada anak. Metode : Penelitian case control di wilayah kerja Puskesmas Bandarharjo Semarang periode Mei-Agustus 2018. Kelompok kasus meliputi anak usia 1-7 tahun yang didiagnosis OMSK, ditandai dengan keluarnya cairan dari membran timpani yang perforasi selama minimal 2 minggu. Kelompok kontrol meliputi anak usia 1-7 tahun, tidak sakit OMSK yang datang ke Puskesmas pada rentang waktu yang sama. Enam puluh subyek penelitian terbagi dalam 30 kasus dan 30 kontrol. Kadar Hb dan feritin dalam serum diukur dan dihitung perbedaannya antara kelompok kasus dan kontrol menggunakan uji Chi-square. Faktor yang paling berpengaruh terhadap kejadian OMSK diidentifikasi dan dianalisis menggunakan analisis multivariat regresi logistik. Hasil : Hasil analisis bivariat kadar Hb dengan kejadian OMSK didapatkan p=0,612 dan kadar zat besi yang rendah dengan kejadian OMSK didapatkan p=0,008. Hasil regresi logistik menunjukkan bahwa infeksi saluran nafas atas (ISPA) berulang (OR= 13,021; 95% CI: 1,192 – 142,207), alergi (OR= 6,705; 95% CI: 1,044-43,088) dan kadar zat besi yang rendah (OR=8,607; 95% CI: 1,420-52,171) merupakan faktor risiko terhadap kejadian OMSK pada anak. Simpulan : Kadar zat besi pada penderita OMSK lebih rendah dibandingkan dengan kontrol. ISPA berulang dan alergi merupakan faktor risiko independen terhadap kejadian OMSK pada anak. Kata kunci OMSK, ISPA berulang, Hb, zat besi

Ketersediaan1
Tambahkan ke dalam keranjang
Unduh MARCSitasi
cover
Perbandingan perubahan nilai Glomerular Filtration Rate pada penderita kanker kepala leher yang mendapat kemoterapi Cisplatin dan Carboplatin
By Bodro Prastowo ; Dwi Antono ; Willy Yusmawan
-- Semarang : FK Undip, 2018

Latar belakang : Kreatinin serum secara luas digunakan sebagai ukuran laju filtrasi glomerulus (GFR) dan indeks dari fungsi ginjal dalam praktek klinis. Platinum menjadi andalan pengobatan bagi banyak tumor termasuk kanker kepala leher. Cisplatin adalah analog platinum yang mempunyai efek toksisitas neurotoksik, ototoksik dan nefrotoksik. Carboplatin merupakan analog platinum kedua dengan efek toksisitas supresi sumsum tulang dan insidensi yang lebih rendah pada gastrointestinal, neurotoksisitas dan nefrotoksik. GFR pasien kemoterapi dengan platinum base dipengaruhi oleh jumlah dosis, frekuensi pemberian dan akumulasi dosis regimen. Tujuan : Membuktikan perbedaan perubahan nilai GFR pada penderita kanker kepala leher yang mendapat kemoterapi cisplatin dan carboplatin di RSUP Dr. Kariadi Semarang. Metode : Penelitian observasional kohort prospektif di RSUP Dr. Kariadi Semarang bulan Februari sampai Juni 2018. Subyek sebanyak 90 pasien KKL yang mendapat kemoterapi cisplatin atau carboplatin. Dibagi menjadi 2 kelompok yaitu kelompok yang mendapat regimen Cisplatin (n=45) dan kelompok yang mendapatkan regimen Carboplatin (n=45). Kreatinin serum diperiksa sebelum kemoterapi I dan sesudah kemoterapi III untuk menilai GFR dengan menggunakan persamaan CKD-EPI. Perbedaan kadar kreatinin dan GFR sebelum dan sesudah kemoterapi dianalisis dengan uji Wilcoxon dan antara kedua kelompok dianalisis dengan uji Mann Whitney. Hasil : Dari 90 subyek yang masuk kriteria inklusi, dibagi menjadi 2 kelompok yang mendapat regimen Cisplatin dan Carboplatin. Terdapat peningkatan signifikan kadar kreatinin (p=0,043) pada kelompok yang mendapat regimen Cisplatin dan peningkatan tidak signifikan kadar kreatinin (p=0,365) pada kelompok yang mendapatkan regimen Carboplatin sebelum dan sesudah kemoterapi, serta selisih kadar kreatinin kedua kelompok pre dan pasca kemoterapi signifikan (p=0,038). Terdapat penurunan signifikan nilai GFR (p=0,455) pada kelompok yang mendapatkan regimen Cisplatin sedangkan terjadi peningkatan nilai GFR yang tidak signifikan (p=0,639) pada kelompok yang mendapatkan regimen Carboplatin sebelum dan sesudah kemoterapi, serta silsilah nilai GFR kedua kelompok pre dan pasca kemoterapi signifikan (p=0,040). Simpulan : GFR pada kelompok regimen cisplatin mengalami penurunan dibandingkan kelompok carboplatin, sehingga regimen cisplatin lebih mempengaruhi kondisi fungsi ginjal dibandingkan regimen carboplatin. Kata kunci : kanker kepala dan leher, Cisplatin, Carboplatin, kreatinin, GFR, fungsi ginjal

Ketersediaan1
Tambahkan ke dalam keranjang
Unduh MARCSitasi
cover
Faktor risiko Air Bone GAP pada otitis media supuratif kronik
By Yoke Kurniawan Inardi ; Pujo Widodo ; Zulfikar Naftali
-- Semarang : FK Undip, 2019

Latar belakang : Kehilangan pendengaran merupakan komplikasi otitis media kronik (OMSK) yang paling sering, kehilangan pendengaran biasanya disebabkan oleh tuli konduktif yang disebabkan oleh adanya air bone gap (ABG). ABG adalah perbedaan antara hantaran tulang dan hantaran udara pada pendengaran. ABG pada penderita OMSK dapat disebabkan banyak faktor seperti status osikula, lama sakit, kolesteatoma, luas perforasi, jenis kuman. Tujuan : Menganalisis hubungan status osikula, lama sakit, kolesteatoma, luas perforasi, jenis kuman dengan ABG pada penderita OMSK. Metode : Penelitian analitik observasional dengan desain observasional analitik retrospektif di RSUP Dr. Kariadi Semarang pada bulan September 2018 – Januari 2019. Subyek penelitian 100 penderita. Pengambilan data dilakukan berdasarkan rekam medik tentang abamnesis, pemeriksaan fisik dan pemeriksaan penunjang. Data dianalisis dengan uji chi-square. Hasil : Status osikula, lama sakit, kolesteatom, luas perforasi membran telinga berhubungan terhadap ABG (p

Ketersediaan1
Tambahkan ke dalam keranjang
Unduh MARCSitasi
cover
Brock biologi mikroorganisme = Brock biology of microorganisms vol.2
By Michael T. Madigan ; John M. Martinko ; Kelly S. bender ; Daniel H. Buckley ; David A. Stahl ; Rika Indri Astuti ; NIsa Rachmania Mubarik
-- Jakarta : EGC, 2016

Buku ini terdiri dari bab 6 sampai dengan bab 11 termasuk dalam unit 2. Adapun materi yang dipaparkan dan telah direvisi, antara lain: Bab 6. Cakupan lengkap mengenai genomika mikroba dan revolusi omika yang mengarahkan ilmu mikrobiologi saat ini. Disajikan lebih awal pada buku ini dibandingkan edisi sebelumnya. Cakupan teknologi, biologi, dan evolusi genom diberikan dengan mode baru yang menarik. Bab 7. Memuat pembaruan besar pada regulasi ekspresi gen. Termasuk cakupan yang diperluas tentang kapasitas pengindraan sel dan transduksi sinyal. Bab 8. Prinsip dasar virologi disajikan tanpa detail yang berlebihan dan menggunakan bakteriofaga T4 sebagai model untuk menggambarkan konsep virologi utama. Bab 9. Cakupan genom virus dan keragamannya sekarang langsung mengikuti bab virologi dasar untuk lebih menghubungkan dua topik yang sangat berkaitan. Bab 10. Cakupan prinsip fundamental genetika bacteria dan archaea. BAB 11. Cakupan lengkap mengenai biologi molekular kloning gen dan manipulasi genetika utama lainnya.

Ketersediaan4
Tambahkan ke dalam keranjang
Unduh MARCSitasi
cover
Brock biologi mikroorganisme = Brock biology of microorganisms
By Michael T. Madigan ; John M. Martinko ; Kelly S. bender ; Daniel H. Buckley ; David A. Stahl
-- Jakarta : EGC, 2016

Ketersediaan4
Tambahkan ke dalam keranjang
Unduh MARCSitasi
cover
Ilmu & Teknologi Peracikan Sediaan Farmasi
By Loyd V. Allen Jr.
-- Jakarta : EGC, 2018

Ketersediaan4
Tambahkan ke dalam keranjang
Unduh MARCSitasi
Hal. Awal Sebelumnya 206 207 208 209 210 Berikutnya Hal. Akhir
INTEGRATED LIBRARY
Universitas Diponegoro
  • Informasi
  • Layanan
  • Pustakawan
  • Area Anggota

Tentang Kami

As a complete Library Management System, SLiMS (Senayan Library Management System) has many features that will help libraries and librarians to do their job easily and quickly. Follow this link to show some features provided by SLiMS.

Cari

masukkan satu atau lebih kata kunci dari judul, pengarang, atau subjek

Donasi untuk SLiMS Kontribusi untuk SLiMS?

© 2026 — Senayan Developer Community

Ditenagai oleh SLiMS
Pilih subjek yang menarik bagi Anda
  • Karya Umum
  • Filsafat
  • Agama
  • Ilmu-ilmu Sosial
  • Bahasa
  • Ilmu-ilmu Murni
  • Ilmu-ilmu Terapan
  • Kesenian, Hiburan, dan Olahraga
  • Kesusastraan
  • Geografi dan Sejarah
Icons made by Freepik from www.flaticon.com
Pencarian Spesifik
Kemana ingin Anda bagikan?