INTEGRATED LIBRARY

Universitas Diponegoro

  • Beranda
  • Informasi
  • Berita
  • Bantuan
  • Pustakawan
  • Masuk
  • Pilih Bahasa :
    Bahasa Arab Bahasa Bengal Bahasa Brazil Portugis Bahasa Inggris Bahasa Spanyol Bahasa Jerman Bahasa Indonesia Bahasa Jepang Bahasa Melayu Bahasa Persia Bahasa Rusia Bahasa Thailand Bahasa Turki Bahasa Urdu

Pencarian berdasarkan :

SEMUA Pengarang Subjek ISBN/ISSN Pencarian Spesifik

Pencarian terakhir:

{{tmpObj[k].text}}

Ditapis dengan

  • Tahun Penerbitan
  • Lokasi
    Lihat Lebih Banyak
Ditemukan 10000 dari pencarian Anda melalui kata kunci: author="Beni Ahmad Saebani"
Hal. Awal Sebelumnya 321 322 323 324 325 Berikutnya Hal. Akhir
cover
Middleton's allergy : principle and practice, Vol.2
By N. Franklin Adkinson, Jr ; Bruce S. Bochner ; A. Wesley Burks ; William W. Busse ; Stephen T. Holgate ; Robert F. Lemanske, Jr ; Robyn E. O'Hehir
-- Philadelphia : Elsevier, 2014

Ketersediaan1
Tambahkan ke dalam keranjang
Unduh MARCSitasi
cover
Middleton's allergy : principle and practice, vol.1
By N. Franklin Adkinson, Jr ; Bruce S. Bochner ; A. Wesley Burks ; William W. Busse ; Stephen T. Holgate ; Robert F. Lemanske, Jr ; Robyn E. O'Hehir
-- Philadelphia : Elsevier, 2014

Ketersediaan1
Tambahkan ke dalam keranjang
Unduh MARCSitasi
cover
Neonatal and pediatric respiratory care
By Brian K. Walsh
-- St.Louis Missouri : Elsevier, 2015

Ketersediaan1
Tambahkan ke dalam keranjang
Unduh MARCSitasi
cover
Gastrointestinal imaging : the requisites
By Giles W. L. Boland
-- Philadelphia : Elsevier Saunders, 2014

Ketersediaan1
Tambahkan ke dalam keranjang
Unduh MARCSitasi
cover
Plastic Surgery Review: A Study Guide for the In-Service, Written Board, and Maintenance of Certification Exams
By Gregory E. Lakin
-- New York : Thieme, 2015

Ketersediaan1
Tambahkan ke dalam keranjang
Unduh MARCSitasi
cover
Neurological examination made easy
By Geraint Fuller
-- Edinburgh : Churchill Livingstone Elsevier, 2013

Ketersediaan1
Tambahkan ke dalam keranjang
Unduh MARCSitasi
cover
Hubungan faktor risiko dan karakteristik aneurisma terhadap kejadian perdarahan intrakranial : Studi menggunakan CT angiografi
By A. Gunawan Santoso ; Heni Fatmawati
-- Semarang : FK Undip, 2016

Latar belakang : Ruptur aneurisma intrakranial merupakan penyebab tersering (85%) perdarahan subarahnoid (PSA) spontan, yang merupakan kegawatan medis dan dapat menjadi penyebab morbiditas dan mortalitas. FAktor risiko dari pasien dan karakteristik aneurisma berguna dalam menunjang menajemen klinis dari aneurisma intrakranial. Multidetector computed tomography angiography (MDCTA), sebagai alat diagnostik non invasif, telah digunakan secara luas dalam imaging pembuluh darah otak. Tujuan : Mengetahui hubungan antara faktor risiko dan karakteristik aneurisma dengan kejadian perdarahan intrakranial yang didiagnosis menggunakan CT angiografi. Metode : Studi cross-sectional pada penderita dengan aneurisma intrakranial yang telah dilakukan pemeriksaan MDCTA dari data rekam medis di RSUP dr. KAriadi Semarang mulai Juli 2012 - Juni 2016. Pengambilan sampel dilakukan dengan consecutive sampling. Faktor risiko diambil dari data rekam medik dan karakteristik (bentuk, lokasi, jumlah dan ukuran) aneurisma dievaluasi oleh dua orang spesialis radiologi yang independen dari hasil MDCTA. Analisis statistik bivariate menggunakan chi square. Hasil : Faktor risiko penderita aneurisma intrakranial yang mengalami pendarahan intrakranial terbanyak berusia < 60 tahun 66,7%, laki-laki 66,7%, hipertensi 77,3%, dan merokok 85,7% sedangkan karakteristik aneurisma terbanyak pada bentuk sakular 68,9%, berukuran > 7 mm serta 87,5% berlokasi di sirkulasi posterior 66,7% dan tunggal 66,7%. Kesimpulan : Faktor risiko yang berhubungan dengan perdarahan intrakranial pada pasien aneurisma adalah hipertensi dan karakteristik aneurisma (bentuk, lokasi, jumlah dan ukuran) tidak berhubungan dengan kejadian perdarahan intrakranial. Kata kunci : aneursima intrakranial, MDCTA, faktor risiko dan karakteristik aneurisma

Ketersediaan1
Tambahkan ke dalam keranjang
Unduh MARCSitasi
cover
Aesthetic otoplasty : Thomas Proc in face plastic surgery
By Peter Adamson ; Jason Litner
-- USA : People\'s Medical Publishing House, 2011

Ketersediaan1
Tambahkan ke dalam keranjang
Unduh MARCSitasi
cover
Nelson: Ilmu Kesehatan Anak Esensial
By Karen J. Marcdante ; Robert M. Kliegman ; Hal B. Jenson ; Richard E. Behrman
-- Singapura : Elsevier, 2011

Ketersediaan3
Tambahkan ke dalam keranjang
Unduh MARCSitasi
cover
Pengaruh pemberian parasetamol dan deksketoprofen terhadap kadar prostaglandin pada tikus wsitar
By Heru Dwi Djatmiko ; Johan Arifin ; Pradana Bayu Rakhmatjati
-- Semarang : FK Undip, 2016

Latar belakang : Nyeri adalah pengalaman sensori dan emosi yang tidak menyenangkan dimana berhubungan dengan kerusakan jaringan atau potensial terjadi kerusakan jaringan. Prinsip dasar penatalaksanaan nyeri akut harus ditujukan mencegah terjadinya sensitisasi perifer dan sensitisasi sentral. HAl ini bisa dicapai jika penanganan nyeri sebelum terjadinya nyeri itu sendiri. Tujuan : Membuktikan pengaruh pemberian deksketoprofen dan parasetamol intravena sebelum dan setelah insisi pada tikus wistar terhadap kadar prostaglandin. Metode : Penelitian ini merupakan penelitian eksperimental desain randomized pre and post test only control group design. Sampel adalah 14 ekor tikus wistar jantan dengan kriteria tertentu, dibagi secara acak menjadi 2 kelompok. Kelompok 1 (K1) merupakan kelompok yang diberi deksketoprofen 0,9 mg intravena sebelum insisi dan kelompok 2 (K2) merupakan kelompok yang diberi parasetamol 18 mg intravena sebelum insisi. Pengambilan sampel berupa serum darah untuk pemeriksaan kadar prostaglandin dilakukan sebelum pemberian deksketoprofen maupun parasetamol dan pemberian dilakukan 30 menit sebelum dilakukan insisi, 1 jam pasca insisi dilakukan pengambilan sampel darah pada kedua kelompok guna membandingkan kadar prostaglandin pre dan post insisi. Uji statistik normalitas data dengan Shapiro-wilk, pre and post dengan pair t test dilanjutkan wilcoxon. Uji beda K1 dan K2 menggunakan independent t test dan man whitney. Hasil : Rata-rata kadar prostaglandin pada kelompok 1 sebsar 4811,08 + 1180,39 (pre test) dan 1022,75 + 667,2 (post test). Kelompok 2 2271,53 + 1555,96 (pre test) dan 544,63 + 446,49 (post test). Pada uji beda kadar prostaglandin dengan uji paired T-test didapatkan perbedaan bermakna pada kelompok K1 pre dan post (p=0,001) dan kelompok k2 juga didapatkan berbeda bermakna pada pre dan post (p=0,018). Pada uji selisih penurunan antar kelompok K1 dan kelompok K2 terdapat kadar prostaglandin dengan menggunakan uji Independent T-test didapat hasil yang berbeda bermakna (p=0,024). Kesimpulan : Deksketoprofen dan parasetamol dapat digunakan untuk menurunkan kadar prostaglandin dimana deksketoprofen memiliki kemampuan dalam menurunkan kadar prostaglandin yang lebih baik dibandingkan parasetamol. Kata kunci : deksketoprofen, parasetamol, prostaglandin

Ketersediaan1
Tambahkan ke dalam keranjang
Unduh MARCSitasi
Hal. Awal Sebelumnya 321 322 323 324 325 Berikutnya Hal. Akhir
INTEGRATED LIBRARY
Universitas Diponegoro
  • Informasi
  • Layanan
  • Pustakawan
  • Area Anggota

Tentang Kami

As a complete Library Management System, SLiMS (Senayan Library Management System) has many features that will help libraries and librarians to do their job easily and quickly. Follow this link to show some features provided by SLiMS.

Cari

masukkan satu atau lebih kata kunci dari judul, pengarang, atau subjek

Donasi untuk SLiMS Kontribusi untuk SLiMS?

© 2026 — Senayan Developer Community

Ditenagai oleh SLiMS
Pilih subjek yang menarik bagi Anda
  • Karya Umum
  • Filsafat
  • Agama
  • Ilmu-ilmu Sosial
  • Bahasa
  • Ilmu-ilmu Murni
  • Ilmu-ilmu Terapan
  • Kesenian, Hiburan, dan Olahraga
  • Kesusastraan
  • Geografi dan Sejarah
Icons made by Freepik from www.flaticon.com
Pencarian Spesifik
Kemana ingin Anda bagikan?