Latar belakang : Gangguan pendengaran yang terjadi pada penderita otitis media supuratif kronik (OMSK) umumnya kurang pendengaran konduktif. Beberapa pasien terdapat keterlibatan komponen sensorineural. Kejadian mixed hearing loss (MHL) pada penderita OMSK dapat disebabkan banyak faktor seperti lama sakit, adanya kolesteatoma, letak dan luas perforasi membran timpani, jenis kuman serta adanya alergi pada OMSK yang dapat mempengaruhi kerusakan pada telinga dalam. Tujuan : Menganalisis pengaruh lama sakit, adanya kolesteatoma, letak dan luas perforasi membran timpani, jenis kuman, alergi terhadap kejadian MHL pada penderita OMSK. Metode : Penelitian analitik observasional dengan desain kasus kontrol di RSUP Dr. KAriadi Semarang pada bulan Juni-Agustus 2016. Subyek penelitian 68 penderita yang terdiri dari 2 kelompok. Kelompok kasus adalah penderita OMSk dengan MHL (n=34) dan kelompok kontrol merupakan penderita OMSK dengan hasil audiometri non MHL (n=34). Dilakukan anamnesis lama sakit, pemeriksaan fisik otoskopi, multislice computed tomograpgy scan (MSCT Scan), kultur discharge telinga, serta prick test. Data dianalisis dengan uji chi-square. Hasil : Lama sakit berpengaruh terhadap kejadian MHL (p0,05). Letak peforasi tidak berpengaruh terhadap kejadian MHL (p>0,05). Luas perforasi berpengaruh terhadap kejadian MHL (p
Buku ini terdiri dari 7 bab, berisi tentang: tren isu, biomekanik trauma, kedaruratan cedera spina, kedaruratan cedera panggul, kedaruratan cedera ekstremitas bawah, kedaruratan cedera bahu dan lengan atas, kedaruratan cedera muskuloskeletal lainnya. Materi yang tersaji dalam buku ini diharapkan dapat menjadi pedoman dalam melakukan intervensi selama fase prarumah sakit dan fase rumah sakit.