RINGKASANrnNOVITA DEWI PATRIASARI. 23010110130240. Pengaruh Residu Pestisida Organoklorin Terhadap Persentase Bobot Hati Ayam Pedaging Lohman Akibat Pemberian Campuran Pakan Salvinia molesta Rawa Pening (Pembimbing: BHAKTI ETZA SETIANI dan VITUS DWI YUNIANTO).rnPenelitian ini dilaksanakan pada bulan September sampai November 2013. Pemeliharaan ayam Lohman pedaging dilaksanakan di Kandang Fakultas Peternakan dan Pertanian. Preparasi sampel dilaksanakan di Laboratorium Kimia Pangan dan Gizi Fakultas Peternakan dan Pertanian, Universitas Diponegoro Semarang. Pengujian residu pestisida dilaksanakan di Wahana Laboratorium, Kopertis Wilayah IV, Pawiyatan Luhur, Semarang dan Laboratorium Saraswanti Indo Genetech (SIG), Bogor. Tujuan penelitian untuk mengetahui kandungan residu pestisida organoklorin dan pengaruhnya terhadap persentase bobot pada hati ayam pedaging Lohman, khususnya yang diberi campuran pakan Salvinia molesta dari Rawa Pening. Materi yang digunakan dalam penelitian ini adalah hati ayam pedaging Lohman yang berumur 42 hari, diperoleh dari 16 ekor pemotongan ayam dalam 100 ekor pemeliharaan ayam pedaging Lohman. Alat yang digunakan pada preparasi sampel yaitu: pisau, skapel, kompor gas, panci, timbangan elektrik, plastic polyethylene, cool box, plastik tebal, label nama, talenan plastik, alumunium foil, freezer untuk menyimpan sampel, cawan porselen, oven. Preparasi sampel dimulai dengan menimbang bobot hati ayam untuk mengetahui persentase bobot hati ayam lalu mencacah hati ayam dari 4 perlakuan 4 ulangan secara acak sehingga diperoleh 16 sampel hati ayam untuk analisis total organoklorin sedangkan analisi profil organoklorin menggunakan 4 sampel hati ayam Lohman dari 4 perlakuan 1 ulangan. Metode yang digunakan dalam penelitian ini menggunakan metode percobaan Rancangan Acak Lengkap (RAL) dengan 4 perlakuan 4 ulangan dan setiap perlakuan terdapat empat ekor ayam. Perlakuan yang diuji adalah menggunakan ransum T0 (Tanpa Salvinia molesta), T1 (Penambahan Salvinia molesta 6%), T2 (Penambahan Salvinia molesta 12%), T3 (Penambahan Salvinia molesta 18%). Analisis statistik yang digunakan adalah Analysis of Variance (Anova) pada taraf kepercayaan 5%. Jika terdapat pengaruh nyata maka dilanjutkan dengan Uji Wilayah Ganda Duncan sedangkan profil organoklorin dianalisis secara deskriptif.rnHasil penelitian dapat disimpulkan bahwa pemberian campuran pakan Salvinia molesta hingga taraf 18% meningkatkan persentase bobot hati ayam dan analisis total pestisida organoklorin berada pada kisaran batas standar, meskipun semuanya belum teridentifikasi secara jelas. Hasil analisis profil organoklorin untuk jenis residu pestisida organoklorin pada hati ayam tidak terdeteksi berdasarkan pengujian dengan alat kromatografi gas dengan standar limited of detection (LOD)
RINGKASANrnMUHAMMAD TAUFIQ AKBAR. 23010110130169. 2014. Fermentabilitasrnsecara In Vitro Ampas Aren yang Difermentasi dengan Bakteri Selulolitikrnsebagai Pakan Ruminansia (Pembimbing: MARRY CHRISTIYANTO danrnAGUNG SUBRATA).rnPenelitian ini bertujuan untuk mengkaji lama fermentasi dan penambahanrnNPK sebagai pakan ruminansia dilihat dari produksi volatile fatty acid (VFA),rnamaonia (NH3) dan protein total. Manfaat dari penelitian ini adalah memberikanrninformasi tentang fermentabilitas ampas aren sebagai salah satu pakan alternatifrnyang potesial bagi ruminansia. Penelitian telah dilaksanakan pada bulanrnNovember 2013 hingga Februari 2014 di Laboratorium Ilmu Nutrisi dan Pakan,rndan Laboratorium Teknologi Pakan Fakultas Peternakan dan PertanianrnUniversitas Diponegoro Semarang.rnMateri yang digunakan adalah ampas aren, mikroba starter (MA11), NPK,rncairan rumen sapi, vaselin dan reagensia yang digunakan selenium, NaOH 45%,rnH2SO4 95%, indikator metyl red (MR) + metyl blue (MB), H3BO4 4%, aquades,rnH2SO4 0,0055 N, Na2CO3 jenuh, H2SO4 15%, Indikator PP 1%, TCA 20%, SSArn2%, HCl 0,1 N, HCl 0,5 N, NaOH 0,5%, supernatan, indikator metil merah danrnbromkresol hijau, gas CO2. Alat yang digunakan meliputi, timbangan analitis,rnoven, eksikator, crucible porcelain, beaker glass, pendingin tegak, water bath,rnlabu destruksi, erlenmeyer, gelas ukur 25 ml dan 50 ml, plastik, cawan conway,rnsentrifuce, tabung fermentor, pipet 1 ml, pipet 5ml. Rancangan penelitianrnpercobaan yaitu Rancangan Acak Lengkap (RAL) pola faktorial 2 (penambahanrnNPK dan tanpa NPK) x 4 (lama pemeraman 3, 7, 14, 21 hari) dengan 3 kalirnulangan. Data hasil penelitian diolah dengan uji F berdasarkan prosedur sidikrnragam dan apabila terdapat pengaruh perlakuan yang nyata (p < 0,05) dilanjutkanrndengan uji Wilayah Ganda Duncan pada taraf 5%.rnHasil penelitian menunjukan bahwa perlakuan penambahan NPK 1,2% danrnlama pemeraman terdapat interaksi nyata (p0,05). Rerata produksi VFA 150-270rnmM. Rerata produksi NH3 perlakuan tanpa penambahan NPK dan PenambahanrnNPK yaitu 2,64 dan 2,45 mM, produksi NH3 lama peram 3, 7, 14 dan 21 yaiturn2,64, 2,63, 2,49 dan 2,42 mM. Rerata produksi protein total 93,82-160,40 mg/g.rnSimpulan dari penelitian ini yaitu terdapat interaksi nyata penambahan 1,2% NPKrndan lama pemeraman terhadap VFA dan protein total tetapi tidak nyata padarnproduksi NH3. Puncak fementabilitas pada ampas aren yang difermentasi beradarnpada minggu pertama.
TRIYANTO. 23010110120028. Pengaruh Penggunaan Ekstrak Daun Beluntasrn(Pluchea indica less) sebagai Pengganti Klorin terhadap Kecernaan BahanrnOrganik, Retensi Nitrogen dan Utilitas Protein Ayam Broiler. (The Effect ofrnPluchea indica less Leaves Extract as Clorine Subtitution on the Digestion ofrnOrganik Matter, Nitrogen Retention and Protein Utilitation by Broilers).rnPembimbing : BAMBANG SUKAMTO dan VITUS DWI YUNIANTO B.I.)rnLatar belakang penelitian ini adalah kebutuhan konsumsi protein hewanirntiap tahun mengalami peningkatan, kebutuhan protein hewani bisa terpenuhi olehrnunggas (ayam broiler), namun pelaksanaan usaha unggas tersebut seringrndihadapkan kendala seperti faktor penyakit akibat infeksi cacing, bakteri patogenrnnamun dicegah dengan pencegahan menggunakan zat antibiotik alami atau kimia,rnnamun zat antibiotik kimia menyebabkan residu dari zat antibiotik yangrnberbahaya sehingga perlu adanya sumber zat antibiotik alami, lebih murah, amanrndan mudah ditemukan salah satu tanaman beluntas (Pluchea indica less). Beluntasrn(Pluchea indica less) mengadung alkaloid (0,316%), flavonoid (4,18%), taninrn(2,351%), minyak atsiri 4,47%, phenolik, asam khlorogenik, natrium, kalsium,rnmagnesium, fosfor, protein sebesar 17.78-19.02%, vitamin C sebesar 98.25rnmg/100 g, dan karoten sebesar 2.55 g/100 g sehingga bisa digunakan untukrnmenghambat pertumbuhan bakteri patogen dalam saluran pencernaan,rnmeningkatkan pencernaan nutrien dan penyerapan nutrien keseluruh tubuh padarnayam broiler yang akan berpengaruh pada meningkatnya nafsu makan dan bobotrnbadan.rnTujuan penelitian ini adalah untuk mengetahui pengaruh penggunaanrnekstrak daun beluntas sebagai pengganti klorin terhadap kecernaan bahan organik,rnretensi nitrogen dan ultilisasi protein. Penelitian ini dilaksanakan pada bulanrnSeptember–Oktober 2013 di kandang Laboratorium Ilmu Nutrisi dan Pakan,rnFakultas Peternakan dan Pertanian Universitas Diponegoro, Semarang.rnMateri yang digunakan dalam penelitian ini adalah 140 day old chickrn(DOC) broiler dengan bobot badan ±45,58 g dengan standar defisiasi 0,89 g,rnransum, daun beluntas (Pluchea indica less), klorin tablet, formalin, air, gula,rnvaksin, obat-obatan dan sekam. Alat yang digunakan adalah kandang broiler,rnsekat, lampu, tempat pakan, tempat minum, sprayer, sekop, sapu, alat vaksin,rnember, timbangan, penumbuk, alat tulis, dan gunting. Penelitian menggunakanrnrancangan acak lengkap (RAL) dengan 5 perlakuan dan 4 ulangan dengan tiaprnulangan 7 ekor. Perlakuan yang digunakan T0 = ransum basal tanpa penambahanrnekstrak beluntas dan klorin; T1 = ransum basal + (ekstrak daun beluntas 2% +rnklorin 30 ppm); T2 = ransum basal + (ekstrak daun beluntas 4 % + klorin 20rnppm); T3 = ransum basal + (ekstrak daun beluntas 6% + klorin 10 ppm); T4 =rnransum basal + (ekstrak daun beluntas 8% + klorin 0 ppm). Parameter kecernaanrnbahan organik, retensi nitrogen dan utilitas protein ayam broiler. Data yangrndiperoleh dianalisis dengan menggunakan analisis ragam dan dilanjut dengan ujirnwilayah ganda duncan untuk mengetahui pengaruh antar perlakuan.rnHasil penelitian menunjukan perlakuan kombinasi ransum basal denganrncampuran ekstrak daun beluntas dan klorin memberikan pengaruh yang nyatarn(P